Miserable Fate - 22
White Rose Cinta abadi “Ian, weekend depan kamu jadi pulang kan?” suara ibunya terdengar sangat girang dan bersemangat di telepon. Perasaan Ian mulai tidak enak. Sebelum menjawab ibunya, Ian membawa ponselnya ke luar ruangan, mencari tempat sepi yang tidak dilewati orang-orang, dan menjauh sejenak dari teman-temannya yang sedang makan siang bersama. “Iya. Kenapa memangnya?” “Mama ada janji sama Belinda. Nanti kamu antar Mama ya?” Ian langsung menghela napas tanpa suara dan memutar bola matanya. “Dan Tante Belinda ini punya anak perempuan? Anak perempuan yang masih single dan yah usianya sekitar usia Ian?” Mamanya terkikik. “Punya,” Ian langsung sakit kepala. Benar dugaannya. “Mama gak perlu usaha untuk menjodohkan Ian dengan anak-anak perempuan dari teman Mama.” “Mama gak menjodohkan kok. Mama cuma minta kamu antar Mama ketemu temen-temen. Kebetulan mereka punya anak gadis. Ya kalau ternyata jadi jodoh kamu, anggap aja itu bonus. Ya kan?...