Miserable Fate - 4
Orange Lily Kebencian “ Jadi gimana rasanya tinggal di apartemen? ” suara Mel terdengar memekakkan telinga seperti biasanya. Liv menjauhkan ponsel dari telinganya, menggosok daun telinga sebentar, lalu kembali menempelkan ponsel tipis itu ke indra pendengarannya. “Sepi euy!” Mel tertawa terbahak. “ Nyalain lagu dong. ” “Udin,” jawab Liv dengan Bahasa slang. Seharusnya dia menjawab ‘udah’ alih-alih udin. Itulah Bahasa pergaulan yang untungnya Mel pun mengerti. “Tapi ya, misalnya gue abis sesuatu gitu, gak bisa gue ngetok kamar sebelah terus minta odol.” “ Beda banget sama waktu lo ngekos ya. Segala lo minta si Cynthia lah, si Alika lah ,” timpal Mel. “Kebalik keleus,” Liv kembali memplesetkan kata-katanya. Dari ‘kali’ menjadi ‘keleus’. “Mereka tuh yang suka minjem barang gue. Ada yang balik, ada yang nggak. Sampe sekarang blender gue gak dibalikin.” “ Emang lo punya blender ?” Mel mengernyit bingung. “ Beauty blender !” Liv mengoreksi. “ Alah benda u...