Miserable Fate - 21
Fig Argumen Tubuhnya terasa lemas. Berbalik pun sulit. Mengulet seperti kebiasaannya ketika bangun pun terasa penuh perjuangan dan hasilnya tidak semenyenangkan biasanya. Perlahan Liv membuka mata. Hal yang pertama dilihatnya adalah Ian yang menatapnya galak. “Kok…” ujar Liv bingung. “Kurang tidur, kurang istirahat,” Ian menyentil kening Liv. “Aduh,” Liv menyentuh keningnya yang terasa sakit karena disentil Ian. “Kamu kerja itu harus tahu kondisi juga. Emang kamu digaji segimana sih sampai lupain kesehatan sendiri?” Ian terlihat sangat geram dan tidak habis pikir. Dia duduk di kursi di samping tempat tidur Liv. Tubuhnya kaku saking kesalnya. Hilang sudah ekspresi manis yang dilihat Liv beberapa jam lalu saat Ian datang untuk menonton acara awards di BSD. “Hei!” seru Liv dengan lantang. Meskipun kepalanya terasa pening dan badannya super lemas, tapi mendengar Ian berkata seperti itu tetap membuat Liv merasa terserang. Apa maksud kata-kata Ian itu? Kenapa sampai b...